Kunci Sukses Suku Quraisy Jaga Makkah Aman dari Perang  


Suku Quraisy menjaga Makkah dari perang-perang mematikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kaum Quraisy merupakan salah satu suku Arab yang menguasai Kota Makkah dan Ka’bah. 


Orang-orang kaum Quraisy dikenal sebagai pedagang, bagaimana kiranya identitas tersebut bisa melekat?


Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam buku “Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW” menjelaskan, sebagai suku yang sangat mengandalkan perdagangan terdapat sejumlah strategi yang dijalankan. Salah satunya sebagaimana yang tercermin sejak masa Bani Hasyim yang melakukan hubungan baik dengan penguasa Persia dan Byzantium.


Caranya adalah dengan mengambil sikap netral dalam persaingan adikuasa tersebut. Menjaga sikap netral itu pada akhirnya membantu kaum Quraisy untuk menciptakan keamanan dan perdamaian.


Yang pada akhirnya dari sikap itulah, Makkah sebagai kota menjadi tempat yang nyaman untuk perniagaan. Kota Makkah pada akhirnya dikenal sebagai kota yang aman dan damai bagi masyarakat dunia.


Dijelaskan bahwa Kota Makkah sebagai daerah haram, terhormat, suci, adalah wilayah yang aman bagi siapapun. Sampai-sampai pembunuh tidak akan diganggu oleh keluarga terbunuh selama mereka berada di Ka’bah.


Kesucian dan keharusan memberi rasa aman bagi pengunjung kota suci, terlebih di Masjid Al-Haram. Rasa aman yang tercipta atau harus diciptakan di area Masjid Al-Haram itu juga ditekankan dalam Alquran dan berlaku hingga kini. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 125:


وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا  “Wa idz ja’alnal-baita matsaabatan linnaasi wa amnan.” Yang artinya: “Renungkanlah ketika kami menjadikan rumah Allah (Ka’bah) sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.” 





kunjungi sumber konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *