Innalillahi, Legenda TNI Sayidiman Suryohadiprodjo Wafat


Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprodjo wafat di RSPAD Gatot Soebaroto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Innalillahi wainnailaihi rojiun. Keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) berduka. Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprodjo (93 tahun) wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebaroto, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1) sore WIB.


“Iya, saya dengar kabar wafat pukul 16.00 WIB tadi,” kata salah seorang tokoh TNI Letjen TNI (Purn) Rais Abin kepada Republika, Sabtu. Rais juga merupakan Ketua Umum DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).


Sayidiman merupakan salah seorang sesepuh dan legenda TNI. Dia pernah menjabat sebagai Wakil KSAD (1973) dan Gubernur Lemhannas Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo (1974-1978). Di luar penugasan bidang militer, Sayidiman pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang (1979).


Almarhum juga dipercaya menjadi anggota Dewan Pakar ICMI Pusat (1990-1995) dan Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat (1995-2000).


Sayidiman yang lahir di Bojonegoro, Jawa Timur pada 21 September 1927, ini merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Yogyakarta 1948. Dia pernah ikut dalam perang kemerdekaan melawan penjajah. Ketika berdinas di TNI, Sayidiman pernah ditugaskan melawan pemberontakan Darul Islam, PRRI/Permesta, dan G30S/PKI.


Selama berkarier di TNI, Sayidiman pernah mengikuti berbagai pendidikan di luar negeri. Di antaranya, kursus Persiapan Hogere Krijgsschool, Company Officers Course, Infantry School di AS; kursus Pendidikan Guru Militer, Bandung; kursus Perwira Lanjutan Dua Infanteri, Bandung; Sprachenschule der Bundeswehr, Jerman, Fuehrungs Akademie der Bundeswehr, Jerman; dan International Defense Management, Naval Postgraduate School, AS.


Dia dikenal sebagai jenderal intelektual karena menelurkan berbagai buku, di antaranya Taktik dan Tehnik Infantri (karya terjemahan, 1954) Pancasila, Islam, dan ABRI (1992), Sayidiman’s Collected Writings-in English, Dutch, & Deutsch (2014), hingga Masyarakat Pancasila (2019).





Klik disini sumber Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *