Pemprov Babel mulai salurkan BST ke KPM terdampak COVID-19


Pangkalpinang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada awal Januari 2021 memulai menyalurkan bansos program Bantuan Tunai Langsung (BST) sebesar Rp300.000 kepada keluarga penerima manfaat (KPM), guna meringankan beban warga terdampak COVID-19.

“Saya meminta KPM untuk memanfaatkan bantuan tunai hanya untuk membeli kebutuhan sembako,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Naziarto saat menyerahkan Bansos BST kepada 60 KPM di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menegaskan penyaluran bansos ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 dan sekaligus membantu untuk memulihkan perekonomian nasional.

“Tahun 2021 penyaluran bansos akan terus kita lanjutkan. Dalam APBN tahun 2021 telah kita siapkan anggaran sebesar Rp110 triliun untuk disalurkan ke KPM di seluruh Indonesia dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak COVID-19. Artinya bansos ini kita mulai hari ini,” ujarnya.

Menurut dia terdapat tiga kategori bansos yang diberikan yakni bansos kategori Program Keluarga Harapan (PKH), program sembako, dan program Bantuan Sosial Tunai (BST), agar dana bantuan sosial dimanfaatkan untuk membeli sembako dan kebutuhan rumah tangga.

“Kalau yang mau membeli sembako maka segera beli sembako, jangan ada yang digunakan untuk membeli rokok terutama kepada bapak-bapak. Diutamakan untuk membeli kebutuhan pokok hingga bisa mengurangi beban keluarga di saat pandemi,” katanya.

Ia menambahkan bansos ini akan disalurkan kepada KPM melalui Bank BRI maupun Bank BNI. Bantuan sembako senilai Rp200.000 akan disalurkan setiap bulan mulai dari Januari-Desember.

Sementara itu, program BST senilai Rp300.000 akan disalurkan selama 4 bulan yakni mulai bulan Januari sampai April 2021, sedangkan untuk program PKH akan disalurkan melalui 4 tahap selama setahun yakni disalurkan pada Januari, April, Juli, dan Oktober 2021.

“Bagi Ibu-ibu ingatkan suami supaya bantuan ini jangan dibelikan rokok belilah sembako,” ujarnya.

salah seorang KPM, Muhammad Yagus (60) mengatakan sangat bersyukur bisa mendapatkan bansos dari pemerintah.

“Alhamdulillah, dikasih uang segitu (Rp 300.000). Apalagi sekarang ini, semenjak saya stroke dan tidak bisa berjualan lagi. Saya manfaatinlah untuk keluarga, beli keperluan keluarga,” katanya.





sumber https://babel.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *